Homeschooling

Aku Belajar dari Muridku

“Semua Anak Itu Cerdas, Unik, Autentik” begitu narasi dari sebuah portal berita yang saya baca.

Sebagai seorang guru hal tersebut juga saya amini sebagai hal yang saya temui dan pelajari setiap hari sebagai pendidik di Homeschooling HSPG. Perkenalkan saya adalah Miss Irma, seorang guru yang menamani siswa belajar dengan berbagai karakteristik dan potensinya. Karakteristik yang berbeda dan unik tersebut sering saya temui dan amati sebagai teman belajar siswa saya seperti, ada yang menjadi atlit, ada yang sudah memiliki profesi sebagai artis dan seniman, wirausaha, ada yang memiliki kebutuhan khusus, ada anak yang mengalami kendala sosial, dan ada juga yang mengalami permasalahan di lingkungan sekitarnya.

Sebagai seorang pendidik di sekolah yang mengedepankan bakat dan minat salah satu keunggulan belajar di HSPG adalah fleksibilitas waktu belajar. Sehingga setiap siswa yang waktunya banyak dihabiskan untuk menekuni bidang yang diminatinya, masih bisa belajar dan memperoleh ijazah yang diakui untuk bisa melanjutkan pendidikan di jenjang selanjutnya. 

Tak heran, banyak siswa-siswa HSPG yang telah memiliki sejumlah profesi yang mentereng. Ada yang atlet nasional, ada pemusik yang telah memenangkan berbagai penghargaan internasional, penari, dan beberapa profesi dengan penghargaan mentereng lainnya. 

Suasana belajar Miss Irma dengan salah satu siswa HSPG

Beberapa kali teman-teman pengajar siswa-siswa tersebut mengabarkan kabar bahagia siswa-siswanya berhasil menjuarai lomba tingkat nasional atau internasional. Bisa kubayangkan perasaan para pengajar yang mengajar siswa tersebut. Mengajar pemenang penghargaan internasional.. wuih pasti bangga…

Lalu bagaimana denganku? Tentu saja siswaku juga punya kegiatan lain yang juga menjadi pekerjaannya sehari-hari di samping belajarnya ya. Ya.. siswaku itu bekerja di proyek bangunan. Job desknya jadi kuli angkut semen. Lingkungan pergaulannya tentu saja bersama tukang-tukang bangunan lainya. 

Bisa dibayangkan kan pergaulan di antara para pekerja bangunan…? Kerja, sambil rokok mengepul di mulut, dengerin lagu dangdut atau campursari yang liriknya terkadang rada-rada ngeri sedap, bahkan ada 1 atau 2 orang yang berbicara dengan gaya bahasa yang kurang menyenangkan didengar lho… aduuuh… tentu ini menjadi tantangan tersendiri untukku

Jangan harap waktu belajar akan berjalan manis dan lembut seperti puding. Yang ada belajarnya di proyek. Backsoundnya ya lagu-lagu itu tadi, sama obrolan dengan bahasa model itu juga.. Kadang waktu belajar, rekan-rekan proyek bersuit-suit. Mungkin dikiranya ada cewek yang lagi menggoda siswaku itu. Caper, wira-wiri, sambil nyeletuk-nyeletuk di belakang siswaku yang lagi belajar.

Bagaimana dengan si siswa sendiri? Apakah dia tipe anak yang punya minat belajar yang tinggi sehingga diantara pekerjaannya yang berat masih menyempatkan belajar? Tentu saja tidak… Beberapa kali sambil mengangkat telepon dia berkata “ Ngopo to miss… aku wegah belajar…!” Yang awalnya sudah pasang senyum manis auto pudar senyumnya.

Apakah saya bangga mengajar siswa yang juga pekerja bangunan itu? Meskipun harus berkali-kali ditolak ketika akan memulai belajar? Dengan lantang saya jawab: ya, saya bangga mengajar siswa saya. 

Dengan membersamainya aku belajar menjadi tangguh. Satu kali ditolak, dua kali, empat kali bahkan berkali-kali ditolak tidak akan membuatku menyerah. Justru makin bersemangat mencari cara biar tidak ditolaknya. Tentu pendekatan ini agak berbeda dengan bayangan guru di sekolah pada umumnya. Guru di sekolah lain mungkin bisa benar-benar fokus mengajar dengan materi yang sudah disiapkan, aman, lancar, siswanya tenang bagai naik mobil di jalan tol yang lancarrr… wussssss… tapi sekali lagi saya tidak akan menyerah dengan langkah akan saya ambil. 

Kegiatan terapi untuk melatih motorik halus siswa Homeschooling HSPG yang dilakukan oleh Miss Irma

Langkah pertama kumulai dengan memahami pribadi dan keluarganya, memahami lingkungan tempat tinggalnya, lingkungan proyeknya, juga mulai berbicara menggunakan bahasanya, topik kesehariannya, sampai membuat bahan belajar yang harus sesuai dengan kehidupannya. Tentu saja tetap pakai filter ya… tidak lantas harus misuh-misuh juga… hehe… 

Satu topik tentang lagu campursari menjadi topik pembuka yang cukup membuat siswa tersebut tertarik. Dilanjut obrolan tempat tongkrongan yang asik menurut versinya, tipe perempuan yang akan jadi pacarnya nanti, cukup membuatnya merasa dekat denganku dan team pengajar lainnya. Karena kedekatan itulah nilai-nilai yang baik bisa ditanamkan. Bagaimana berbicara sopan, menggunakan bahasa yang baik, menghormati orang lain dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri sedikit demi sedikit mulai diperlihatkannya. Minimal saat berbicara denganku atau pengajar yang lain, ia mengurangi penggunaan bahasa yang kasar. Semoga nantinya akan sedikit demi sedikit menjadi kebiasaannya dengan siapa pun dan kapan pun.  

Jadi kenapa aku bangga menjadi pengajar siswaku yang kuli bangunan ini? Karena dia benar-benar membuka pandanganku tentang betapa mulianya semua profesi. Tukang bangunan, tukang laundry, tukang bersih-bersih atau apapun itu profesi lain yang kebanyakan di masa yang serba materialistis ini dianggap mencerminkan kebodohan, penghasilan yang kecil, ataupun keterbelakangan sama mulianya dengan profesi lain yang lebih mentereng.

 

Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang mampu memberikan manfaatnya bagi kehidupan? Jadi bukan tentang menjadi apa siswa yang kita didik itu. Tapi manfaat apa yang bisa diberikan oleh siswa kita itu bagi kehidupan. Tugas kita hanya mengarahkan dan membersamainya. Jika ia tukang bangunan semoga menjadi tukang bangunan terbaik yang sopan dan dihormati karena sikapnya yang baik. Begitu juga dengan profesi yang lainnya.

Mengajar siswa yang perkerja proyek bangunan sama mulia dan bangganya seperti mengajar siswa lain yang telah meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional sesuai bidangnya masing-masing. Ketika pengajar lain bangga mengumumkan kabar bahagia siswanya menjuarai perlombaan, akupun bangga mengatakan pada diriku,

“ Hari ini Dia mau latihan membaca dua halaman tanpa marah-marah lho…”

 

SELAMAT HARI GURU NASIONAL 2021 SEMUA PENDIDIK HEBAT HSPG

 

 

Categories Uncategorized

Post Author: adminhspg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *