Dipercaya Pemerintah: HSPG Dilibatkan Kemendikdasmen dalam Penyusunan Model Kurikulum Satuan Pendidikan tentang Pencegahan Ekstremisme
admin_hspg | 14 Okt 2026 | 0 | 0Homeschooling HSPG kembali dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) untuk ikut menyusun Model Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang terintegrasi dengan Rencana Aksi Nasional (RAN) bidang P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotikaa) dan Pencegahan Ekstremisme Tahun 2026. Kepercayaan ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa pendidikan non formal memiliki peran strategis dalam membangun budaya damai di kalangan peserta didik.
Dalam penyusunan draft model kurikulum satuan pendidikan tersebut, Homeschooling HSPG berfokus untuk menyusun kurikulum yang terintegrasi dengan pencegahan ekstrimisme dimana dari 21 sekolah model, Homechooling HSPG menjadi satu-satunya perwakilan sekolah dari Pendidikan Non Formal/Homeschooling yang ditunjuk untuk terlibat dalam penyusunan draft model kurikulum tersebut. Penunjukkan tersebut menjadi bukti kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terhadap Homeschooling HSPG dalam pengembangan kurikulum yang relevan, bermutu dan berkarakter.
Dalam penyusunan draft model kurikulum, tim Homeschooling HSPG dipimpin langsung oleh Direktur Homeschooling HSPG Ir. Kusnanto, M.M. beserta segenap pendidik dan tenaga kependidikan yang dibersamai oleh Bapak A.M. Yusrisaad, S.S., M.M. dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI serta perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta.
Adapun dokumen model kurikulum yang dihasilkan oleh Homeschooling HSPG nantinya akan dimuat dalam platfrom nasional dan dapat menjadi model bagi sekolah lain. Penyusunan dilakukan dalam dua tahap, yaitu Draf Satu dan Draf Dua.
Dalam penyusunan draft satu berlangsung pada tanggal 31 Agustus hingga 01 September 2026 berfokus pada penekanan pencegahan ekstremisme yang terintegrasi dan mencakup pada aspek pengembangan kualitas diri (religiusitas dan komunikasi), apresiasi keberagaman (budaya lokal dan cinta damai), serta komitmen nasionalisme (cinta tanah air, kebangsaan, disiplin, dan tanggung jawab).
Dalam kesempatan tersebut Bapak A.M. Yusrisaad, S.S., M.M. menyampaikan bahwa muatan Pencegahan Ekstrimisme ini bukan sebagai mata pelajaran baru melainkan di integrasikan ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan baik dari karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan, pengorganisasian pembelajaran hingga perencanaan pembelajaran yang ada pada Homeschooling HSPG.. Pada penyusunannya pun diharapkan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan bernada positif serta tujuan pembelajaran diarahkan pada kehidupan sehari-hari peserta didik.
Penyusunan draft dua kembali dilangsungkan pada tanggal 29-30 September 2026 di Gedung Pusat Homeschooling HSPG yang dihadiri langsung oleh Bapak A.M. Yusrisaad, S.S., M.M. (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen RI) dan Perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta. Dalam agenda penyusunan draft dua ini ialah reviu dan perbaikan Kurikulum Satuan Pendidikan berdasarkan hasil telaah dan masukan dari penelaah serta pendamping. Penyusunan tersebut mencakup lima komponen utama, mulai dari karakteristik satuan pendidikan hingga evaluasi dan rencana pengembangan profesional. Dalam draft dua ini Homeschooling HSPG akan menyusun dokumentasi pembelajaran dalam mata pelajaran yang sudah terintegrasi dengan pencegahan ekstrimisme yang nantinya akan digunakan sebagai model pembelajaran bagi sekolah lain dan bahan referensi bagi Kemendikdasmen.
Melalui kegiatan ini, Homeschooling HSPG terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi pendidikan Indonesia.
Terus berkontribusi, terus menginspirasi!
Comments