Memaknai Hari Batik Nasional

  • admin_hspg |
  • 7 Okt 2025 |
  • 0 |
  • 0

    Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh dunia. Penetapan Hari Batik Nasional berawal dari pengakuan UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 yang menetapkan batik Indonesia sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Pengakuan dari UNESCO ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, sebab batik bukan hanya karya seni, tetapi juga simbol identitas yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

    Batik memiliki nilai filosofi yang tinggi. Setiap motif yang tergambar pada batik mengandung makna tersendiri dan mendalam. Hal itu mencerminkan nilai-nilai kehidupan seperti ketekunan, kesabaran, dan kesederhanaan. Misalnya, motif parang pada batik melambangkan semangat pantang menyerah, sedangkan motif kawung menggambarkan kejujuran dan kesucian hati. Nilai filosofi pada batik ini menjadi warisan moral yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang di tengah maraknya budaya dari luar yang datang ke Indonesia.

    Batik tidak hanya digunakan pada acara resmi atau tradisional, tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Pada masa kini, banyak desainer muda Indonesia yang mengembangkan batik dengan sentuhan kreatif sehingga batik tampil lebih segar. Karya desainer muda ini menarik perhatian berbagai kalangan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Inovasi pada batik ini menunjukkan bahwa batik mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai dari budaya aslinya.

    Peringatan Hari Batik Nasional juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat Indonesia agar bangga menggunakan produk dalam negeri. Dengan memakai batik, masyarakat Indonesia turut berperan dalam melestarikan kebudayaan serta mendukung ekonomi para pengrajin batik di berbagai daerah. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada industri batik.

    Dokumentasi. Kegiatan peserta didik dalam peringatan Hari Batik Nasional

    Sebagai langkah nyata dalam melestarikan dan mendukung peringatan Hari Batik Nasional, seluruh komponen Homeschooling HSPG, baik guru maupun peserta didik, berdinamika dengan menggunakan batik. Harapannya, batik tidak hanya dimaknai sebagai kain bermotif indah, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kebanggaan, dan jati diri bangsa Indonesia.

    Penulis: Virginia Alvita Putri




    Comments



    Related Post

    Kapan Waktu yang Tepat Untuk Ke Psikolog?

  • lumut |
  • 29 Agu 2023 |
  • 0 |
  • 0

    Tau gak sih, kalo kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik? Mungkin seringkali kamu merasa baik-baik saja, tapi tanpa kamu sadari bisa saja sebenarnya kamu butuh bantuan tenaga profesional loohhh. Nah, tenaga profesional itu adalah psikolog atau psikiater. Yuuk kita simak beberapa hal yang menandakan kamu perlu ke tenaga profesional.

    Pembelajaran Muatan Khusus, Homeschooling HSPG Jadi Percontohan Nasional

  • lumut.testing |
  • 2 Feb 2024 |
  • 0 |
  • 0

    Homeschooling HSPG Yogyakarta ditunjuk oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI menjadi salah satu model pendidikan nonformal (homeschooling) di Indonesia. Untuk mengetahui keunggulan-keunggulan yang dimiliki HSPG, Pusat Kurikulum dan Perbukuan melakukan identifikasi ke HSPG, 19-21 April 2021.